Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Sebuah Tradisi Turun-temurun
Mandi Belimau Gaya SPA Melayu Tempo Dulu
Selasa, 07 Oktober 2014 13:48 wib
Bappeda - CK

SPA, (solus per aqua) sebenarnya sudah lama dilakukan orang Melayu tempo dulu. Namanya Mandi Belimau. Itulah jenis SPA tradisi Melayu yang dilakukan sejak turun-temurun. Biasanya dilakukan pada sore menjelang Ramadan tiba.

Tradisi mandi belimau menurut orang Melayu yang bermastautin di Jalan Senapelan, Jalan Perdagangan, Jalan Tanjung Batu, Tanjung Medang, Tanjung Datuk, Pekanbaru adalah sebuah kebiasaan dari orangtua-tua dahulu menjemput Ramadan.

Kebiasaan itu terpatri hingga ke anak cucu bahkan cicit. Yaitu, dengan membersihkan diri (seperti mandi biasa) dan sehabis mandi itu dapat menyirami dengan air limau yang sudah dibuat sejak pagi atau siang hari.

Pengakuan Anas, penggagas Acara Petang Belimau, yang disisipi dengan acara mandi belimau di Pekanbaru, mengatakan bila air limau hasil campuran rempah-rempah dibuat dengan voleme air cukup untuk merendam, maka banyak manfaatnya bagi kesehatan kulit. Apalagi diberikan pada air yang kusam-kusam kuku. Ini sama halnya dengan SPA ala Melayu Riau tempo dulu.

“Itu dilakukan ketika senja menjemput. Air limau yang disediakan biasanya tergantung kebutuhan si pemakai. Ada seember ada pula cukup dua-tiga dayung. Yang terpenting adalah niat sipemakai air limau tadi,” terang Anas.

Biasanya ada yang berniat agar diberi keselamatan, dan ada pula niat untuk berpuasa selama satu bulan agar diterima oleh Allah SWT. Nah, disinilah nilai agama, estitika dan kesehatan tubuh dalam menjalani ritual tradisi itu.

Dengan pola yang sama, merendam tubuh dengan air hangat menjadi tren para raja dan generasinya. Maka, jika SPA sama dengan Mandi Belimau yang dilakukan orang Melayu, berarti ini sudah dilakukan semenjak dulu.

Bermula dari abad 16 di perbukitan hijau Liege, Belgia. Di sebuah desa kecil bernama SPAU, yang sangat menarik dengan air mineral kolam panasnya yang dipercaya mampu menyembuhkan pelbagai penyakit. Selama berabad-abad, kolam itu mampu menjadi tempat berendam favorit.

Dr Abdullah Qayyum MK MM, Praktisi Kesehatan Pekanbaru mengakui adanya manfaat bagi kulit bila ramuan seperti mandi belimau Melayu tempo dulu teru dilakoni sampai sekarang. Istilah terapi dengan merendam air hangat saja bisa memberikan manfaat yang sama. Apalagi dikemas dengan tumbuhan sebagai pengharum bagi tubuh.

"Jadi tak heran, bila banyak pakar kesehatan menilai konsep perawatan kesehatan dengan air sudah dilakukan sejak lama," katanya.

Sebut saja, JJH Kellog misalnya, pada 1900 melakukan riset mengenai penggunaan air dan efeknya. Ia mempublikasikan tulisan “Rational Hydrotherapy” yang mengulas efek fisiologis dan penyembuhan penyakit dengan berbagai metode air.

Jauh sebelumnya, di zaman kerajaan Mesir kuno, ini sudah dibuktikan dengan berbagai literatur medis pada 1500 sebelum Masehi. Buku berjudul Rig Veda, perawatan air untuk penyembuhan demam. Begitu pula Hipokrates sebagai bapak kedokteran modern, juga mengakui hal ini.

Dalam bukunya, ia sudah banyak mengulas dan memanfaatkan perawatan spa lengkap sebagai indikasi dan kontra indikasinya.

Kini di Abad 20, spa bukan lagi sekadar acara berendam bak putri raja. Spa adalah penanda kehidupan kaum urban. Spa bahkan menyediakan berbagai fasilitas relaksasi, perawatan kecantikan dan kebugaran.

Nah, jika mandi belimau ini dipertahankan dan dikemas dengan unik dan modern, maka bisa saja disebut spa ala melayu modern. Wah, menarikkan?
Ditampilkan: 1270 kali
Artikel Lainnya:

Akankah Pekanbaru meraih SMART CITY AWARD 2014?
SMART CITY AWARD 2014
Berselancar di Ombak Bono Sungai Kampar
OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR
Tribute to Husni Thamrin (4-Habis)
Seniman Sejati dari Bumi Melayu Itu Telah Pergi
Tribute to Husni Thamrin (3)
Sang Inspirator Lagu Pop Melayu
Tribute to Husni Thamrin (2)
Menganyam Semangat Heroisme Kemelayuan
Tribute to Husni Thamrin (1)
Menapak Jejak Pencipta Lagu Hang Tuah
Statistic: 1,575,518 Page hits | 1,260,875 Visitors | 3 Online now