Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Tribute to Husni Thamrin (2)
Menganyam Semangat Heroisme Kemelayuan
Senin, 21 Nopember 2016 09:33 wib
Bappeda - CK

Sosok Husni Thamrin di mata teman sejawat adalah seniman, penyanyi, pelakon dan pencipta lagu yang banyak jasanya dalam merekonstruksi kemelayuan dalam kehidupan bermasyarakat di Provinsi Riau. Ia juga mampu merevitalisasi semangat heroisme melayu di tengah pergulatan politik kebudayaan yang makin mengglobal.

Barangkali, dari sinilah kita dapat merenungkan kenyataan-kenyataan sebenarnya. Ketika ia bersenandung dan menoreh tinta di atas kertas. Ia tahu dari mana harus merangkai. Sebuah syair membutuhkan nada. Dan, nada berawal dari bunyi.

Ia memang membentuk pikirannya dari suatu masa silam dan terkini. Penuh data dan rujukan. Untaian bait yang penuh dengan makna. Sebuah syair tercipta dengan keikhlasan. Lagunya diterima dengan baik. Rekonstruksi kemelayuannya ketara kental.

Hang Tuah, lagu yang diciptakan tahun 1988 menjadi bukti. Itulah ciptaan heroisme melayu ia torehkan cukup lama, yang dipublikasikan pada 1993.

Ketika kita semua tahu, tentang kesatriaan Laksamana Hang Tuah. Ketika kita acap mendengar dari orang tua-tua dahulu, tentang legenda lima panglima Riau. Maka, Alm Husni Thamrin sudah memulai. Dengan keikhlasan, ia menorehkan bait per bait dan menjadi sebuah lagu dengan berbagai petuah dan makna.

Ia pintar menulis syair. Kata-katanya terang serta ringkas dan hidup. Ia menulis untuk waktu yang panjang. Tapi, kita belum tahu: Apakah benar, Laksamana Hang Tuah dari Bintan, Kepulauan Riau?

Alasan itu pula mengapa ia mempertahankan bait syair lagu “Hang Tuah”: Dari Bintan Kepulauan Riau…”, yang diminta oleh negeri Jiran agar diubah.

Mereka berkehendak untuk membeli lagu “Hang Tuah”. Tapi, Almarhum tetap pada prinsipnya. Nasionalisme dihatinya sudah terpatri. Ia ekstrem memang. Ia bertekad untuk hidup sesuai dengan kebenaran yang diyakininya. Bukan untuk jadi teladan, tapi sebagai dedikasi yang penuh disiplin.

Disamping itu memang ada pertimbangan yang lebih sederhana, tapi penting. Ia bukan tak hendak mencari nama. Bukan pula tak hendak untuk menopang hidup. Ia jernih dalam menyusun pikiran. Ia memberikan kebebasan berpikir.

“Berkaryalah kamu, jangan pikirkan orang lain menghardik karya mu”. Begitu ia memberikan petuah hidup dalam menciptakan kreativitas.

Ia pun menyebut tentang sentuhan hati pada syair lagu “Tuanku Tambusai”. Satu heroisme kemelayuan pada tahun 1989, ini terpatri sebagai semangat unsur kepahlawanan dari “Harimau Rokan”. Inilah yang memberi semangat bagi Almarhum untuk memberikan sebuah karya yang menyentuh. Diciptakan dengan sentuhan harmoni syahdu.

Begitu pula dengan Lagu “Dedap Durhaka (1975)”. Kisah seorang anak yang durhaka kepada ibunya. Ada rujukan yang menyentuh dan ditulis dengan syair yang penuh dengan petuah dan bermarwah.

Dalam menulis lagu, kadang ia harus mengulang komposisinya berkali-kali. Ia bersenandung ketika ia harus memulai, dengan hentakan tempo jemari tangan. Anggukan kepala mengikuti nada yang harmoni.
Suatu masa ketika hendak membuat lagu, Husni Thamrin pernah ditemani anak sulungnya. “Ayah membuat lagu diawali dengan tema dan diiringi dengan bersenandung” ujar Theja Fathasena.

Banyak orang masih berharap: pencipta terbaik harus mencapai ujung terowongan. Tapi, ia agaknya tahu di akhir terowongan itu kehidupan tetap membatalkan jawaban yang paling pintar. Setidaknya, kalaupun ia merasa menemukannya, ia tak kunjung menyakinkan.

Begitulah ia menganyam sebuah lagu, dan memberikan semangat heroisme kemelayuan di tanah melayu. (bersambung)
Ditampilkan: 3062 kali
Sumber: www.cekau.com
Artikel Lainnya:

Akankah Pekanbaru meraih SMART CITY AWARD 2014?
SMART CITY AWARD 2014
Berselancar di Ombak Bono Sungai Kampar
OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR
Tribute to Husni Thamrin (4-Habis)
Seniman Sejati dari Bumi Melayu Itu Telah Pergi
Tribute to Husni Thamrin (3)
Sang Inspirator Lagu Pop Melayu
Tribute to Husni Thamrin (1)
Menapak Jejak Pencipta Lagu Hang Tuah
Sebuah Tradisi Turun-temurun
Mandi Belimau Gaya SPA Melayu Tempo Dulu
Statistic: 2,909,270 Page hits | 2,467,546 Visitors | 33 Online now