Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Tribute to Husni Thamrin (3)
Sang Inspirator Lagu Pop Melayu
Senin, 21 Nopember 2016 09:33 wib
Bappeda - CK

Husni Thamrin adalah pencipta lagu-lagu pop melayu yang hingga akhir hayatnya tetap memberikan inspirasi kepada khalayak ramai. Ia seorang yang praktis dalam menentukan pilihan. Ia juga punya banyak anekdot dalam menulis syair.

Ia banyak melucu, dan sekalipun sadar akan kepintaran dan kekayaan pengalamannya, ia bisa mewarnai percakapan dalam waktu yang panjang. Dan, memang tak jarang buah pikirannya memberikan inspirasi bagi yang lain.

Husni Thamrin juga dikenal sebagai perumus syair yang gemilang. Ia pandai menyusun kata-kata. Dan, karena itu pula ketika teman sejawat meminta rangkaian syair atau petatah-petitih, maka dalam sekejap ia mampu menuangkan alam pikirannya dalam secarik kertas. Tentunya dengan sikap dan lakon humoris di mata teman-sejawat.

Begitu pula halnya dengan sebuah ide. Banyak yang sudah ia perbuat ketika, kiprahnya sebagai Manager Anjungan Riau TMII di Jakarta. Tentu ini sebuah jabatan terbilang lama bagi seorang pegawai negeri sipil.

“Bukan tak hendak siapa pengganti beliau. Ia memang didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting di bidang seni musik”. Demikian banyak pihak menyebut.

Berbagai pendapat dan saran, ia berikan ketika banyak pihak menginginkan ia masuk dalam tim kreatif di managemen TMII. Tak jarang ide tersebut menjadi fenomenal. Sederhana dan kadang menggelikan.

Adalah “Malam Pesona Anjungan Riau”, dan “Festival Topeng Monyet” di TMII juga inisiatifnya. Masih banyak ide dan kreativitasnya yang dituangkan ke Managemen TMII.

Di Pekanbaru, juga ide pertandingan “Berlombo Sampan” di tepian sungai Siak tahun 1978, berlangsung sukses. Ditonton banyak orang dan dibuka oleh Walikotamadya Pekanbaru, Aburahman Hamid dan berlanjut pada Tahun 1979 dan dibuka oleh Gubernur Riau, Imam Munandar.

Maka, tak heran ketika teman sejawat, teman keluh-kesah, dan teman senasib dan sepenanggungan di Dewan Kesenian Riau, Alm Ediruslan Pe Amanriza, meminta pendapat soal nama tabloid yang akan didirikan. Tahun 1998, Husni Thamrin mengusungkan nama “AZAM”. Nama itu berarti “Tekad” dan dirilis dengan kepanjangan: “Angkatan Zuriat Anak Melayu”. Dan, nama tabloid itu masih melekat hingga kini.

Tanamkan Kebebasan Berkreasi

Ia yakin dengan suatu kebebasan. Sebuah kemuliaan yang sederhana, ia menunjukkan bahwa banyak persoalan masih tetap sama dalam hidup kita. “Kita tidak boleh berhenti pada pengagungan kebebasan, bahkan sebaliknya pembebasan individu harus terus dilihat dalam fungsi kemasyarakatan kemelayuan”.

Dari kebebasan inilah lahir suatu keberanian dari seniman sejati ini. Dalam penulisan syair lagu ia terbilang berani. Keberanian memang bukan milik umum. Keberanian sebagai modal barangkali bisa diganti dengan sesuatu yang lebih bersahaja. Misalnya tidak adanya rasa bersalah.

Banyak kita menilai bahwa ketakutan merupakan sesuatu yang sulit disingkirkan. Tapi banyak pula yang dengan hati yang takut itu, cukup memiliki rasa tidak bersalah. Ia memang keras untuk dirinya sendiri, tapi bahkan ia tidak terkenal keras kepada istri dan anak-anaknya. Ia juga inspirator bagi keluarga dan handai taulan.

Barangkali karena kemelayuan bukan cuma kesukuan dan selintas adat atau budaya. Melayu adalah Indonesia. Barangkali melayu adalah juga sebuah panggilan. Mungkin karena ia adalah sebuah ide yang tiap kali berseru, keras atau pelan: suatu potensi yang minta diaktualisasikan, suatu impian yang minta dijelmakan dari waktu ke waktu.

Ketika kita berazam bahwa: Tak Melayu Hilang di Bumi. Kita bukannya tak sadar bahwa banyak yang tak tahu di sekitar kita. Tapi kita tak bisa menerima itu. Bersyukurlah, kita masih memijak bumi ini. (bersambung)

Ditampilkan: 2434 kali
Sumber: Sumber www.Cekau.com
Artikel Lainnya:

Akankah Pekanbaru meraih SMART CITY AWARD 2014?
SMART CITY AWARD 2014
Berselancar di Ombak Bono Sungai Kampar
OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR
Tribute to Husni Thamrin (4-Habis)
Seniman Sejati dari Bumi Melayu Itu Telah Pergi
Tribute to Husni Thamrin (2)
Menganyam Semangat Heroisme Kemelayuan
Tribute to Husni Thamrin (1)
Menapak Jejak Pencipta Lagu Hang Tuah
Sebuah Tradisi Turun-temurun
Mandi Belimau Gaya SPA Melayu Tempo Dulu
Statistic: 2,794,556 Page hits | 2,370,628 Visitors | 35 Online now