Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Tribute to Husni Thamrin (4-Habis)
Seniman Sejati dari Bumi Melayu Itu Telah Pergi
Senin, 21 Nopember 2016 09:33 wib
Bappeda - CK

Jika kita masih sempat mendengar suara baritonnya, berdendang dan melihat pernapasan yang cukup panjang, rasanya sangat berat bila dilakukan pria yang seusianya. Ternyata, semasa hidup ia sudah terlatih, mengatur pernapasan yang sudah diajarkan ibundanya semasa kecil.

Siapa sosok Husni Thamrin ini? Kita akan tahu bahwa sosok lelaki ini bukan hanya sekedar pencipta lagu, tapi ia juga seorang penyanyi, pelakon (aktor) dan seorang penyair.

Seorang penyanyi, ia tunjukkan kepiawaiannya dalam mengatur lidah dan pernapasan. Ini terbukti, tahun 70-an berbagai prestasi ia sematkan dalam perlombaan Bintang Radio dan Televisi se Provinsi Riau dan se-Sumatera.

Dengan suara yang sedap dan berlemak, ia pun dijuluki Ahmad Jaiz Riau. Karakter seninya memang tak diragukan lagi. Ia juga seorang pelakon (aktor) pada “Film Laksamana Raja di Laut” (1980) dan “Persebaktian” (1985).

Karya-karyanya memberikan inspirasi bagi Pemerintah Provinsi Riau, untuk menyematkan Anugerah Penghargaan Seni Tradisional melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di bidang Setia Seni Tahun 2008 lalu.

Menjelang usia pensiun di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Siak, tahun 2007, ia masih sempat menorehkan lagu. Tulisan syairnya memberikan decak kagum bagi yang tahu.

Ia juga seorang yang berseloroh, tapi juga bijak berargumentasi. Karya-karya syair lagunya bak untaian sastra. Banyak kata tersirat dan petuah yang tersurat. Seorang kenalannya pernah melukiskan hal itu. Sutardji, Penyair Nasional berucap: “Ia seorang Penyair Sesat”.

Inilah sebuah kata yang tersusun penuh makna. Ketika muda, Husni Thamrin berbicara tentang keikhlasan dan ketika akhir hayatnya ia bicara tentang kesederhanaan. Ia tak hendak membayangkan sebuah lagu dengan syair yang panjang dan sekali lewat.

Juga bukan syair tanpa abjad. Pada mulanya adalah niat. Sesuatu yang disusun dengan rapi dan jelas, dituliskan dengan rujukan yang memadai, didendangkan dalam ruang yang senyap.

Beberapa tulisan syair, pernah pula ikut menghiasi paragraf lagu “Bahtera Merdeka” (lagu dari negeri Jiran), dan “Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu” oleh Said Effendi. Tentu, untuk menciptakan sebuah lagu dan syair bukanlah paling awal baginya. Bukan pula yang paling akhir. Ia tak hendak nama, tapi ia memberikan sebuah keikhlasan pada sebuah syair.

Ia tak pernah menangis untuk dirinya sendiri. Ia bisa mencucurkan air mata karena mengingat sebuah lagu lama yang ia ciptakan. Ia gampang terharu di saat ia tak bisa lagi berdiri tegak. Penyakit ginjal dan komplikasi lain hanya mampu ia tahan selama tiga tahun.

Tapi, ia bukan penyedih atau perajuk. Mungkin hanya ia yang tahu. Sebuah lagu lama yang teramat sangat bagi dirinya untuk mengingat kembali bait-bait syair yang ia dendangkan.

Kini, ia telah menghadap Sang Khaliq, pada 20 April 2010, pukul 02.45 WIB. Buah karyanya akan selalu dikenang. Sebuah syair seperti yang ditulisnya (Hang Tuah): "Gaung bakti mu kesegenap rantau…”. Ia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Senapelan, Pekanbaru. Dan, diatas pusaranya Pemerintah Kota Pekanbaru menyematkannya sebagai Tokoh Budayawan Riau.

Semua kehilangannya. Semua juga menyadari bahwa seorang seniman sejati Riau telah mendahului.

Jika banyak yang menangis lantaran Husni Thamrin telah pergi? Baiklah kita kenang: Ia menangis untuk mengingat syair-syair lagunya. (selesai)

Tulisan ini didedikasikan untuk ayah, abang dan teman sejawat Alm Husni Thamrin.
Ditampilkan: 2701 kali
Sumber: www.cekau.com
Artikel Lainnya:

Akankah Pekanbaru meraih SMART CITY AWARD 2014?
SMART CITY AWARD 2014
Berselancar di Ombak Bono Sungai Kampar
OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR
Tribute to Husni Thamrin (3)
Sang Inspirator Lagu Pop Melayu
Tribute to Husni Thamrin (2)
Menganyam Semangat Heroisme Kemelayuan
Tribute to Husni Thamrin (1)
Menapak Jejak Pencipta Lagu Hang Tuah
Sebuah Tradisi Turun-temurun
Mandi Belimau Gaya SPA Melayu Tempo Dulu
Statistic: 2,909,245 Page hits | 2,467,521 Visitors | 10 Online now