Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Berselancar di Ombak Bono Sungai Kampar
OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR
Senin, 21 Nopember 2016 09:33 wib
Bappeda atya

Anda sangat gemar berselancar? Sudah pernah merasakan sensasi berselancar di sungai? Ya, berselancar bisa dilakukan tidak hanya di laut tetapi juga di sungai. Cobalah berkunjung ke Sungai Kampar di Pelalawan, Riau. Memang belum banyak wisatawan lokal yang mengetahui lokasi berselancar ini. Namun, jangan salah, sudah sangat banyak wisatawan asing yang datang untuk menikmati sensasi berselancar di Sungai Bono. Bono sendiri merupakan nama lain dari tidal bore yang ada di Riau. Tahukah anda bahwa ombak Bono yang ada di Indonesia merupakan ombak terbesar urutan kedua di dunia, tepatnya urutan kedua setelah Peroroca di Brazil. Lebih jelasnya, tidal bore merupakan sebuah fenomena tentang meninggi dan menjalarnya gelombang pasang surut menuju hulu kemudian memasuki mulut sungai dangkal yang berbentu seperti huruf V atau orong. Tidal bore ini terjadi saat bulan baru atau bulan purnama. Bono dapat terjadi dengan pengaruh beberapa faktor seperti adanya siklus pasang surut, adanya batimetry muara sungai, geometri sungai atau muara sungai, dan tingginya rentang pasang surut.

Tidal Bore di Sungai Kampar disebut pula sebagai salah satu keajaiban dunia yang sangat menakjubkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan ombak Bono yang bisa mencapai ketinggian hingga enam meter dan panjang gelombangnya pun bisa mencapai 600 meter bahkan lebih. Tak heran jika peselancar profesional dunia pun sangat tertantang untuk menaklukkan ombak ini. Ada sebuah legenda yang sangat menarik terkait dengan Ombak Bono Sungai Kampar. Masyarakat di sana percaya bahwa dahulu kala, Bono di Sungai Kampar sesungguhnya merupakan Bono Jantan. Sedangan Bono Betina ada di Sungai Rokan. Dahulu, ada tujuh Bono Jantan di Sungai Kampar. Jumlah ombak ini juga sering disebut dengan "Seven Ghosts". Namun, saat ini hanya tinggal enam ombak. Di mana yang satunya lagi? Satu ombak dahulu "mati" karena ditembak oleh orang Belanda di jaman penjajahan dulu. Ada kepercayaan bahwa ketika musim pasang surut, Bono Jantan akan pergi menemui Bono Betina yang ada di Sungai Rokan. Kemudian, kedua Bono itu menghabiskan waktu di Selat Malaka.

Ombak Bono akan mencapai titik tertinggi ketika bulan purnama.Sebenarnya ombak Bono bisa hadir pada siang dan malam hari. Jika ombak Bono terjadi pada saat siang hari. semua kapal yang ada di sungai disarankan untuk segera menghindar dari gulungan ombak Bono. Penduduk setempat memiliki sebuah tradisi atau atraksi yang disebut dengan "Bekudo Bono". Atraksi ini digambarkan dengan masyarakat yang menyambut kedatangan ombak Bono dengan menaiki dan mengarahkan kapal motornya ke lidah ombak di pungung ombak Bono. Atraksi ini memang bisa dikatakan sangat berbahaya. Ombak bono yang merupakan tidal bore memang merupakan gelombang besar yang membahayakan. Membahayakan tetapi menantang, ini mungkin yang mejadi alasan banyaknya peselancar dunia yang datang ke Sungai Kampar untuk mencoba langsung “menjinakkan” Ombak Bono ini.

Bagaimana cara untuk mencapai lokasi Ombak Bono Sungai Kampar? Ketika sudah sampai di Pekanbaru, anda langsung saja menuju Pangkalan Kerinci. Pangkalan Kerinci merupakan ibu kota Kabupaten Pelalawan. Jaraknya sekitar 70 km dari Pekanbaru. Meskipun tampaknya jaraknya sangat jauh, tetapi kita bisa hanya butuh waktu 1,5 jam saja untuk mencapai Pangkalan Kerinci dari Pekanbaru. Hal ini dikarenakan, kondisi jalan yang sangat mulus. Sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Peta lokasi ombak bono sungai kampar desa teluk meranti

Atau, bisa juga dengan naik taksi atau ojek dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju daerah Simpang Raya. Daerah ini merupakan daerah mangkalnya kendaraan colt. Dengan menaiki colt (cukup membayar sekitar 20 ribu rupiah saja), kita bisa sudah langsung sampai di Pangkalan Kerinci. Setelah sampai di Pangkalan Kerinci, kita masih harus menuju Teluk Meranti. Ada banyak cara yang bisa dipilih, diantaranya menggunakan jasa travel (sekitar 70 ribu rupiah) atau menggunakan perahu motor dari Dermaga Jembatan Kualo (tarifnya sekitar 150 ribu rupiah). Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, mata anda akan sangat dimanjakan dengan pemandangan yang indah seperi deretan kebun kelapa sawit.

Apa yang bisa kita lakukan selama di Teluk Meranti atau ketika menunggu Ombak Bono datang? Oh, banyak sekali! Jika anda sangat menyukai fotografi, anda bisa memotret bangunan rumah panggung yang sangat khas melayu dan pemandangan yang masih sangat indah dan alami. Selain itu, anda bisa memancing sambil menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan. Bercengkerama dengan penduduk lokal pun bisa menjadi sebuah hal menarik yang bisa dilakukan. Melihat dan menyaksikan aktivitas para nelayan, khususnya pada pagi hari menjadi sebuah pengalaman yang sangat humanis dan tak terlupakan. Jangan lupa untuk menyaksikan pagelaran seni yang biasanya digelar di gedung serbaguna yang ada di sana. Masyarakat dan penduduk lokal memang terkenal sangat ramah. Menikmati aneka pertunjukan seni seperti silat dan permainan alat musik seperti gendang dan kompang akan menjadi sarana untuk melepas kepenatan.

Ombak Bono diperkirakan terjadi pada tanggal-tanggal berikut: 3-5 November 2013, 17-19 November 2013, 2-4 Desember 2013, 17-19 Desember 2013, 1-3 Januari 2014, 16-18 Januari 2014, 1-2 Februari 2013, 1-3 Maret 2014, 13-15 Maret 2014, 30 Maret-1 April 2014, dan 13-15 April 2014. Untuk penginapan, tak perlu khawatir. Ada beragam pilihan penginapan mulai dari rumah-rumah penduduk, wisma seperti Wisma Dinda dan Wisma Intan Bersaudara), hingga hotel kelas melati seperti Hotel Fanbinari dan Hotel Dikaraya Pratama) dan bintang tiga (seperti Hotel Unigraha).

 sumber bacaan :

Ombak Bono Sungai Kampar

Ditampilkan: 5830 kali
Sumber: www.attayaya.net
Artikel Lainnya:

Akankah Pekanbaru meraih SMART CITY AWARD 2014?
SMART CITY AWARD 2014
Tribute to Husni Thamrin (4-Habis)
Seniman Sejati dari Bumi Melayu Itu Telah Pergi
Tribute to Husni Thamrin (3)
Sang Inspirator Lagu Pop Melayu
Tribute to Husni Thamrin (2)
Menganyam Semangat Heroisme Kemelayuan
Tribute to Husni Thamrin (1)
Menapak Jejak Pencipta Lagu Hang Tuah
Sebuah Tradisi Turun-temurun
Mandi Belimau Gaya SPA Melayu Tempo Dulu
Statistic: 2,857,420 Page hits | 2,424,491 Visitors | 40 Online now