Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

08 Sep 2012 | Riau Expo 2012 Arena Purna MTQ   19 Jun 2012 | Pameran Nasional Pekanbaru Expo 2012 Gedung Juang Pekanbaru  
Mesjid Raya Pekanbaru : Sejarah Berdirinya, Situs Sejarah dan Pergantian Nama
Jumat, 19 Agustus 2011 20:57 wib
Sekretariat Bappeda

Ringkasan Sejarah Pergantian Nama Mesjid Raya Pekanbaru

Mesjid Alam 1762 :
Diberi nama Mesjid Alam yang diambil dari nama kecil Raja Alam ketika dibangun oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Mesjid Nur Alam 1775 :
Sejalan dengan pembesaran Mesjid Alam yang melibatkan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, Datuk empat Suku, Sayid Osman, dan masyarakat Pekanbaru. Perpindahan secara keseluruhan Kerajaan Siak dari Senapelan (Pekanbaru) kembali ke Siak antara tahun 1784-1810 oleh Sultan Assyaidissarif Ali Abdul Jalil Syarif karena tekanan Belanda. Mesjid Nur Alam tetap dibangunkan selasar-nya. Di tahun 1858 dilakukan perluasan selasar oleh Sultan Ismail II.

Mesjid Sultan, Mesjid Besar, Mesjid Raya 1889 - 1908 :
Oleh Sultan Hasyim (Assyaidissarif Hasyim Abdul Jalil Syafuddin), Mesjid Nur Alam dipindahkan 40 langkah dari posisi semula ke arah matahari terbit. Penyebutan nama Mesjid Sultan atau Mesjid Besar atau Mesjid Raya karena mesjid itu dipindahkan oleh Sultan, bentuknya lebih besar dari semula dan sehingga lebih ramai.

Mesjid Raya 1935 :
Pembangunan mesjid dari bahan semen dan batu yang letaknya berdekatan dan masih dalam satu areal dengan mesjid lama pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II. Mesjid ini menjadi aset sejarah sebagai bukti sejarah Kerajaan Siak yang berakhir pada tahun 1946 ketika bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Walaupun sedikit ada perbedaan pendapat tentang asal mula penamaan Mesjid Raya Pekanbaru dari tokoh adat seperti yang tercantum di bawah ini :
SELAMA ini pemberitaan di media massa terjadi kekeliruan dalam memberitakan kapan sebenarnya berdirinya Masjid Raya Pekanbaru. Sebagai contoh pada berita Riau Pos, Kamis (7/1) kemarin yang menyebutkan, umur Masjid Raya sudah berabad-abad.

Oleh karenanya itu, saya ingin meluruskan kembali dan pemberitaan tentang Masjid Raya dapat berpegang pada tanggal dibangunnya masjid yang sebenarnya. Dalam buku sejarah Syair Marhum Pekan karangan GP Ade Dharmawi halaman 149 dan 150 menuliskan:

Pada tahun sembilan belas dua puluh lima. Datuk Comel digantilah pula. Oleh Wan Entol penguasa berikutnya. Datuk bergelar Sri Amat Perkasa.

Ketika Wan Entol memerintah Senapelan. Pembangunan Pekanbaru diadakan peningkatan. Tersebar pasar ramai setiap pekan. Dipungutlah dana perawatan dan kebersihan.
Kehidupan beragama diperhatikan pula. Dengan dibangunnya Masjid Raya memperbaharui bangunan masjid lama. Wan Entol sebagai ketua pelaksana (tahun 1929).

Bidang pendidikan turut dibina. Sekolah kerajaan kemudian dibuka. Hanya tiga tahun masa belajarnya. Pendidikan disebut Sekolah Desa.

Pada tahun sembilan belas tiga puluh satu. Karena berhasil mengembangkan Pekanbaru. Wan Entol diangkat pada kedudukan baru. Districthoofd Siak jabatan dipangku.

Terima kasih saudara Ade Dharmawi. Jadi jelaslah Masjid Raya Pekanbaru itu dibangun pada tahun 1929. Mudah-mudahan siapapun yang akan menulis mengenai Masjid Raya Pekanbaru tidak lagi mengulangi informasi yang salah terima kasih.***

Wan Ghalib,
Jalan Banda Aceh 12A Harapan Raya Pekanbaru.
RiauPos Online 8 Januari 2010
(http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=253&kat=5)


Jika melihat tulisan Wan Ghalib di atas, maka tulisan dari GP Ade Dharmawi mirip seperti pantun ataupun syair :
Pada tahun sembilan belas dua puluh lima.
Datuk Comel digantilah pula.
Oleh Wan Entol penguasa berikutnya.
Datuk bergelar Sri Amat Perkasa.

Ketika Wan Entol memerintah Senapelan.
Pembangunan Pekanbaru diadakan peningkatan.
Tersebar pasar ramai setiap pekan.
Dipungutlah dana perawatan dan kebersihan.

Kehidupan beragama diperhatikan pula.
Dengan dibangunnya Masjid Raya
Memperbaharui bangunan masjid lama.
Wan Entol sebagai ketua pelaksana (tahun 1929).

Bidang pendidikan turut dibina.
Sekolah kerajaan kemudian dibuka.
Hanya tiga tahun masa belajarnya.
Pendidikan disebut Sekolah Desa.

Pada tahun sembilan belas tiga puluh satu.
Karena berhasil mengembangkan Pekanbaru.
Wan Entol diangkat pada kedudukan baru.
Districthoofd Siak jabatan dipangku.


Situs-situs Sejarah di Kawasan Mesjid Raya Pekanbaru - Riau

  • Mesjid Raya
    Sebagai mesjid tertua di Kota Pekanbaru yang memiliki kolom Tiang Seri, Tiang Tua dan Mimbar (yang diberikan oleh Sultan Hasyim).
  • Sumur Tua
    Terletak di sebelah kiri Mesjid Raya yang mempunyai nilai-nilai pembersihan diri.
  • Makam
    Terletak di sebelah kanan Mesjid Raya merupakan makam Sultan Marhum Bukit dn Marhum Pekan sebagai pendiri Kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766-1780, di sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan Siak dari Mempura Siak ke Senapelan. Beliau Mangkat tahun 1780.
  • Gerbang Lama
    Terletak di depan mesjid seperti terlihat pada gambar di atas.



Baca juga :
Desain/Gambar Mesjid Raya Pekanbaru
Mesjid Raya Pekanbaru

Sumber tulisan :
Laporan Revitalisasi Mesjid Raya Pekanbaru
RiauPos Online

Sumber Gambar :
Stok Gambar Pemerintah Kota Pekanbaru

Halaman: 1 | 2 |
Ditampilkan: 1873 kali
Sumber: http://www.attayaya.net/2010/02/mesjid-raya-pekanb
Artikel Lainnya:

PERSPEKTIF TENUN SONGKET DAN MAKANAN TRADISIONAL KOTA PEKANBARU
PERAN BUDAYA MELAYU DAN KEWIRAUSAHAAN:
Statistic: 562,511 Page hits | 340,445 Visitors | 9 Online now