Senin, 08 Agustus 2011 13:41 wib
Bappeda

Senarai Petang Megang
Pada masa Pemerintahan Kerajaaan Siak Sri Indrapura yang pusat pemerintahannya terletak di Bandar “Senapelan” (Pekanbaru) banyak perkembangan telah terjadi, Pasar Bawah yang di bangun oleh Sultan Siak (Sultan Abdul Jalil Mahmuddinsyah Tahun 1767) yaitu sebuah pasar baru yang sangat ramai dikunjungi pedagang dan pembeli, yang berdatangan dari Pagaruyung (Minangkabau), Singapura dan Malaya. Pasar yang baru di bangun hanya sekali seminggu (sepekan). Dari nama “Pasar Sepekan” inilah lahir nama Pekanbaru.
Pekan…………………berarti pasar sekali seminggu
Baru…………………..berarti baru di bangun saat itu
Penduduk asli Pekanbaru terdiri dari Suku Melayu yang sebelumnya bertempat tinggal di Pinggir Sungai Siak seperti di Kampung Dalam (Kel. Sago), Kampung Baru (Kel. Bandar), Kampung Tanjung Rhu (Kel. Pesisir).
Sekarang ini penduduk asli Pekanbaru menyebar keseluruh Kecamatan yang ada di Kota Prkanbaru. Mereka telah membaur dengan masyarakat pendatang. Oleh karena itulah, di Kota Pekanbaru ini kita jarang mendengar kelompok masyarakat menggelar kesenian dan budaya melayu. Akibat dari dampak dan perkembangan serta kemajuan jaman yang serba modern itulah, maka tradisi dan asli leluhur semakin lama semakin tergusur, apalagi masuknya pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan kepribadian bangsa kita.
Sadar akan hal tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru bekerjasama dengan LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Pekanbaru, berusaha dan mencoba melestarikan kembali tradisi budaya masyarakat Pekanbaru masa lalu. Adapun tradisi/budaya yang telah diangkat adalah Petang Megang/Petang Belimau, Festival Lampu Colok, Ziarah Makam, dan lain-lain.
