Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

26 Dec 2011 | Penetapan Perda APBD 2012   01 Oct 2011 | Pembahasan Ranperda APBD 2012   01 Aug 2011 | Rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2011   01 Aug 2011 | Pembahasan RKA SKPD 2012   17 Jul 2011 | Nota Kesepakatan KUA dan PPAS 2012   01 Jul 2011 | Pembahasan KUA dan PPAS 2012  
Bahaya, kalau Satpol PP Berpistol
Senin, 08 Agustus 2011 13:41 wib
Bappeda


Peraturan Menteri Dalam Negeri yang membolehkan Satpol PP menggunakan terus mendapat tanggapan. Termasuk dari Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM.
Menurut Herman, kondisi Pekanbaru cukup aman dan kondusif sehingga Satpol tidak perlu dibekali dengan senjata. Kalau pun perlu, maka hanya komandannya saja, bukan untuk seluruh anggota Satpol PP.

Hal ini diungkapkan Herman kepada Pekanbaru Pos, Selasa (13/7) usai memimpin rapat evaluasi Pendapatan Asi Daerah (PAD) semester pertama di aula kantornya.

‘’Kalau kita lihat kondisi sekarang, khususnya di Pekanbaru, aman. Masih bisa diselesaikan dengan cara persuasif. Saya lebih setuju Satpol PP tidak dikasih senjata asal masyarakat juga tahu aturan. Tapi kalau memang ini ketentuan, tentu kita ikut. Kalau pun perlu dikasih, ya komandannya saja,’’ kata Herman.

Bukan hanya senjata, kata Herman, kalau memang masyarakat tahu aturan dan mematuhi berbagai peraturan yang ada di kota ini, keberadaan Satpol PP pun tidak diperlukan. Karena banyaknya peraturan yang perlu ditegakkan itulah, Satpol PP pun harus ada. Karena masyarakat melawan, maka Satpol juga diwacanakan dibekali dengan senjata.

‘’Kalau semua Satpol pakai pistol, bahaya! Tak sanggup kita membeli senjata sebanyak itu. Anggota Satpol kita ada sekitar 150 orang. Makanya, semuanya kita selesaikan secara persuasif. Masyakarat juga jangan melawan kalau ditertibkan. Sudah tahu salah melawan. Kalau semua patuh aturan, Satpol PP tidak diperlukan, apalagi senjatanya. Masalahnya karena masyarakat tidak patuh aturan,’’ kata Herman.

Herman pun menyebut maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini berjualan di berbagai tempat tanpa aturan. Salah satunya pedagang jagung.

‘’Sudah tahu jualan di atas trotoar salah, kalau ditertibkan melawan, pakai demo pula, protes. Contohnya pedagang jagung. Satpol PP ini juga manusia, ada batas kesabarannya. Jadi bersama-sama kita menegakkan aturan. Saling mengingatkan. Jangan semaunya sendiri. Disediakan tempat berjualan, tidak mau. Maunya di atas trotoar juga,’’ kata Heran kemudian.(pekanbarupos.com)
Ditampilkan: 266 kali
Berita Lainnya:

Statistic: 484,572 Page hits | 270,504 Visitors | 6 Online now