Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

26 Dec 2011 | Penetapan Perda APBD 2012   01 Oct 2011 | Pembahasan Ranperda APBD 2012   01 Aug 2011 | Rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2011   01 Aug 2011 | Pembahasan RKA SKPD 2012   17 Jul 2011 | Nota Kesepakatan KUA dan PPAS 2012   01 Jul 2011 | Pembahasan KUA dan PPAS 2012  
Lindungi Kebudayaan Suku Pedalaman Riau!
Senin, 08 Agustus 2011 13:41 wib
Bappeda


Pengamat suku pedalaman Riau, Yoserizal Zein, di Pekanbaru, Rabu, mengatakan, kebudayaan suku pedalaman yang hidup di sejumlah kabupaten di Riau terancam punah jika pemerintah tidak mengambil langkah pencegahan untuk melindungi suku tersebut.

"Dengan banyaknya izin konsesi yang diberikan pemerintah kepada sejumlah perusahaan HTI, bukan tidak mungkin akan mengancam kebudayaan suku pedalaman tersebut," katanya.

Ia mengatakan, suku pedalaman atau yang biasa disebut dengan suku asli Riau tersebut hidup di sejumlah hutan yang terdapat di Riau. Jika pemerintah terus memberikan izin konsesi, maka dipastikan suku pedalaman tersebut tidak lagi mempunyai rumah dan kebudayaan yang hinggap bersama mereka akan punah.

"Contohnya saja bahasa yang digunakan oleh suku Talang Mamak yang hidup di Kabupaten Indragiri Hulu. Di mana bahasa tersebut mulai jarang digunakan. Suatu bahasa, jika yang menggunakannya kurang dari seratus maka dikategorikan punah," ujarnya.

Tak hanya bahasa, tetapi juga sejumlah kebudayaan lain seperti tarian bola api yang juga dimainkan masyarakat Talang Mamak. Di mana saat ini, tarian tersebut tidak lagi dimainkan karena hilangnya salah satu mantra.

"Hal ini juga terjadi pada tarian Zapin Api pada suku Akit, yang juga tidak lagi dimainkan akibat hilangnya satu mantera. Akibatnya, tak satu pun yang berani memainkan tari zapin karena takut terpanggang," tutur dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah setempat untuk membuat peraturan daerah, untuk melindungi suku pedalaman tersebut. Apalagi, pemerintah Provinsi Riau mempunyai visi menjadikan Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayan Melayu di Asia Tenggara pada 2020.

"Titik awalnya ada di sini, yakni melestarikan kebudayaan suku pedalaman yang ada. Kalau pemerintah setempat tidak peduli, visi tersebut hanya menjadi bualan belaka," tutur Yoserizal yang akarab disapa Yos ini.

Terlebih lagi, wkatanya, arisan yang diberikan dari suku pedalaman ini tak hanya dalam bentuk tarian maupun bahasa saja, melainkan juga teknologi, seperti sistem penanaman padi yang berlaku di Talang Mamak.

Setidaknya terdapat 12 suku pedalaman yang ada di Riau seperti Talang Mamak, Anak Dalam, Sakai, Akit, Bonai, Petalangan, dan sebagainya. (TRIBUNPEKANBARU.COM)
Ditampilkan: 460 kali
Berita Lainnya:

Statistic: 484,585 Page hits | 270,515 Visitors | 8 Online now