Senin, 08 Agustus 2011 13:41 wib
Bappeda (MO)

Usman (50) dan Chien Cing (35) keluarga Pengusaha Money Changer Kirana Baru, Jalan Sudirman. Kehilangan uang US$ 45.000 atau setara dengan Rp400-an juta. Uang itu diserahkan kepada seseorang yang mencatut nama Edi Satria, Kepala BPT Pekanbaru.
Peristiwa itu terjadi pukul 13.00 Wib Kamis (26/8) kemarin. Pengusaha Kirana itu hampir shock mengetahui uang 45000 dolar AS itu diserahkan kepada penipu yang mengatasnamakan Edi Satria.
Sekuriti dan pegawai BPT sontak kaget karena pihak korban yang tertipu itu tetap menganggap yang menerima uang tersebut adalah Edi Satria, Kepala BPT Pekanbaru. Petugas Sekuriti BPT Risman dan sejumlah pegawai BPT kemudian menjelaskan kepada korban kalau atasan mereka, Edi Satria, sedang salat zuhur di musalla Nursalim.
Pihak BPT juga berusaha meyakinkan bahwa yang menerima uang dari pengusaha Kirana itu bukan Edi. Suasanapun sedikit gaduh, karena Chien Cing anak dari usman korban penipuan itu menangis sadar atas penipuan yang telah dialaminya itu.
Dari berbagai informasi Riau Mandiri, kehadiran pengusaha Kirana itu datang ke BPT membawa U$45000 itu karena sebelumnya pihak korban (Chien Cing) menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang menyatakan ada permintaan untuk penukaran uang dolar AS setara dengan 400-an juta rupiah dari Pemko melalui BPT.
Pihak penelepon meminta korban untuk datang ke BPT di counter Bank Riau yang ada di dalam kantor BPT yang satu komplek dengan kantor Walikota itu.
Menurut penuturan Security, oknum yang memanggil pengusaha Kirana itu juga sama dengan yang disebut pegawai itu. Risman mengatakan, semula mereka seperti akrab, ia melihat yang diduga pelaku itu memanggil korban ke tangga di sebelah kiri loket pengurusan Kartu tanda penduduk sementara (KTPS) di BPT itu.
Mungkin saat itulah uang itu diserahkan oleh korban ke pelaku. "Kita tidak melihat langsung, apa memang saat itu diserahkan uang tersebut," katanya.
Namun kata Risman, tidak berapa lama, korban muncul di hadapannya dan bertanya kepadanya, kemana orang tadi (diduga pelaku), apakah yang tadi itu Edi (yang dimaksudnya kepala BPT), Risman menjawab tidak. Ia mengatakan kepala BPT Edi Satria di musalla. Korbanpun tersentak, karena orang itu ditunggu-tunggu tidak kembali lagi. Jadi hebohlah saat itu di BPT.
Edi begitu kaget mengetahui ada kejadian itu setelah selesai salat, karena korban setelah melapor ke Polda Riau, datang kembali ke BPT didampingi petugas piket reksrim Polda Riau. Saat itu dua orang petugas polda dan empat orang keluarga Kirana yang merasa tertipu itu mengorek informasi atas peristiwa itu di ruangan kepala BPT Edi Satria, yang saat itu Edi dan Kakansatpol PP Indra Kesuma juga masuk ke dalam. Dari penuturan pihak korban katanya, diduga pihak korban kena hipnotis, karena dengan mudah menyerahkan uang sebanyak itu.
Korban penipuan itu ketika ditanya enggan berkomentar. Bahkan anak toko Kirana yang mendapat order telepon itu selama di BPT hanya menangis dan meminta agar tidak fotonya dimuat di media. Pihak BPT akan berusaha mengecek rekaman CCTV di kantor itu untuk bahan pengungkapan kasus ini.[riaumandiri]
Ditampilkan: 295 kali
Berita Lainnya:
