Senin, 08 Agustus 2011 13:41 wib
Bappeda

Internet Sehat
Siapapun yang mengakses internet berisiko menjadi korban kejahatan cyber
Survey mengejutkan yang dihasilkan oleh Symantec yang menghasilkan data statistik bahwa 96% Netter Cilik INDONESIA mengalami pengalaman buruk saat online di dunia internet. Hal iIni terjadi karena kurangnya perhatian dan komunikasi dari para orangtua dalam mengawasi aktivitas online anak mereka. Dari survei terungkap bahwa tiga dari sepuluh orangtua ternyata tidak waspada dengan konten yang dikonsumsi anak mereka ketika online. Dan hanya satu dari tiga orangtua yang mengetahui konten apa saja yang dilihat anak saat online. Netter Cilik ini berada pada kisaran jenjang pendidikan SD dan SMP.
Jelas ini membuat terbukanya celah bagi anak untuk membuka atau men-download konten yang tidak pantas (seperti pornografi, kekerasan, perjudian), membeberkan informasi pribadi terlalu banyak, atau bahkan ancaman virus komputer. Survey juga mengungkap bahwa pengalaman buruk di internet sedikit banyak akan mempengaruhi sisi emosional anak-anak, antara lain merasa marah, bingung, takut, terganggu, kaget, khawatir, hingga jijik karena telah melihat konten negatif atau bahkan terpengaruh pada bahan bacaan yang tersedia di internet.
Sangat penting bagi orangtua untuk menjalin komunikasi secara terbuka dengan anak tentang pengalaman online anak mereka. Jadilah sahabat bagi anak sehingga mereka tidak mereka takut dimarahi ketika kedapatan mengakses konten negatif. Temani anak ketika mengakses internet dan berikan penjelasan mana yang boleh diakses dan yang tidak. Beri informasi sebanyak-banyaknya kepada anak tentang ancaman dan risiko yang mengintai mereka di dunia maya, buatlah kesepakatan dan aturan dalam menggunakan internet, dan gunakan software parental control untuk membantu melindungi anak. Selain itu, tempatkan komputer di tempat strategis di rumah sehingga bisa dipantau.
Langkah/Cara berinternet sehat menurut ICTwatch :
1. Tumbuhkan konten yang sehat.
2. Mendukung program penyehatan Internet bagi keluarga dan sekolah.
3. Memberikan pemahaman tentang ber-Internet yang Sehat kepada anak-anak sedini dan seintensif mungkin sejak usia SD hingga SMP.
Sejalan dengan itu, sebuah komunitas blogger di Pekanbaru bernama BLOGGER BERTUAH PEKANBARU telah mengadakan kegiatan online yang berhubungan internet sehat. Kegiatan ini jelas mendukung Langkah 2 di atas dengan tujuan pada Langkah 1. Blogger Bertuah Pekanbaru sangat mendukung Internet Sehat dengan mengajak semua blogger INDONESIA untuk bersatu padu MENUMBUHKAH KONTEN SEHAT. Konten Sehat yang dimaksud adalah postingan/artikel/gambar yang bersifat positif dan menghapus (jika ada) konten-konten negatif yangpernah diposting dalam web/blog masing-masing.
Menumbuhkan konten sehat ini ditaja dalam GERAKAN SEO POSITIF dimana para blogger membuat 1 atau lebih postingan yang berisi konten positif mengenai SMP dan ANAK SMP di blognya masing-masing dan jika mampu sekalian melakukan optimasi (SEO) untuk masuk ke halaman pertama pencarian google.co.id dan/atau google.com yang dianggap sebagai mesin pencari umum. Misalnya para blogger memosting artikel daftar SMP, masa kenangan waktu smp, hal-hal lucu ketika smp, dan artikel positif lainnya yang sangat jauh dari unsur seksualitas/pornografi.
Kata kunci (keyword) SMP dan ANAK SMP jika dicari melalui mesin pencari google pada beberapa waktu lalu ternyata menghasilkan konten-konten negatif yang berbau seksualitas/pornografi baik tulisan, gambar maupun video.
Untuk itu, Blogger Bertuah Pekanbaru mengajak semua pemilik web/blog dapat menyebarkan gerakan ini. Walaupun sekarang masih terfokus pada keyword SMP dan ANAK SMP bahkan juga anak smp berjilbab, untuk waktu berikutnya akan memfokuskan pada target keyword-keyword lain semisal VIDEO ANAK SMP, Pakaian anak smp, photo anak smp. Hal ini juga tidak terlepas pada keyword SMA dan varian-variannya.
Sumber Tulisan :
http://ictwatch.com/internetsehat/
manajemenemosi.blogspot.com
www.attayaya.net
Ditampilkan: 216 kali
Berita Lainnya:
